Air Terjun Sipiso-piso: Paradise !
Berbicara
tentang tempat wisata, mungkin teman-teman tahu banyak tentang tempat-tempat
yang cocok untuk didatangi. Apalagi Indonesia, pasti sudah tahukan bagaimana
indahnya alam kita. Indonesia dianugerahi alam yang begitu menakjubkan bahkan
kita tidak bisa menemukannya di belahan dunia manapun. Setiap daerah yang ada
di Indonesia memiliki destinasi wisata yang begitu menawan dan wajib untuk
dikunjungi. Apalagi jika destinasi wisata tersebut tidak memiliki dana yang
besar untuk bisa masuk ke dalamnya, sudah dipastikan tempat itu menjadi incaran
para traveller sejati seperti anak
kos misalnya (hahaha).
| Air Terjun Sipiso-piso. Sumber:koleksi pribadi |
Berbicara
tentang destinasi yang murah meriah hanya membayar uang retribusi dan uang
perawatan, saya ingat sewaktu liburan semester lalu. Saya diajak pergi ke Air
terjun Sipiso-piso. Siapa yang tidak mengenal salah satu air terjun tertinggi
di Indonesia ini. Sekilas info, air terjun ini terletak di desa Tongging,
Kabupaten Karo. Mengapa dinamakan sipiso-piso? Karena air yang jatuh dari
ketinggian 120 meter tersebut menusuk seperti pisau yang menusuk sampai
ketulang, tetapi air terjun ini menusukkan kesegaran yang begitu menyenangkan. Air terjun ini berada di perbukitan
dengan ketinggian sekitar 800 mdpl dan dikelilingi oleh hutan pinus. Air terjun
Sipiso-piso ini berasal dari desa yang berada diatasnya. Selain itu, air terjun
ini juga berdekatan dengan destinasi wisata yang pastinya anda juga tahu yaitu
Danau Toba. Cukup dulu info yang saya berikan.
Saya
lanjutkan, saat itu saya diajak untuk pergi ke Sipiso-piso. Tanpa berpikir
panjang saya setuju untuk ikut pergi karena selama berlibur dikampung halaman,
saya sama sekali tidak diizinkan keluar rumah hanya untuk berjalan-jalan
mencari suasana baru ( autor jadi curcol haha).Kita kembali ketopik kita, saat
itu memang cuaca sedikit kurang mendukung karena langit juga mendung dan hujan
baru saja berhenti.
Sekitar pukul 15.00 kami
berangkat dari Kabanjahe. Ditengah perjalanan saya juga sedikit kecewa karena
tiba-tiba saja hujan turun. Bagaimana ini,sudah keluar hanya sekali tetapi
hujan tidak bisa mengerti keadaan kami. Tetapi nasib berucap lain saudara
hahaha,Tuhan merestui perjalanan kami. Ketika sampai di Merek hujan pun reda.
Sekitar pukul 16.30 kami tiba di Tongging. Kami hanya dimintai biaya retribusi
sebesar delapan ribu rupiah.setelah sampai di Penatapan, kami duduk sebentar di
dekat parkiran lmobi untuk merenggangkan otot-otot yang sudah kram karena
terlalu lama duduk dimobil.
Setelah 15 menit lamanya kami beristirahat,sepupu saya mengajak untuk turun kebawah air terjun Sipiso-piso. Sayapun bersedia dan mempersiapkan segala sesuatu seperti kamera untuk mengambil momen-momen yang menakjubkan serta air minum. Setelah segalanya selesai, kami pergi kebawah. Bayangkan ada ribuan anak tangga yang akan dituruni. Disepanjang perjalan, kita disuguhkan pemandangan yang sangat indah, suara suara burung, dan tentu saja suara gemercik air terjun itu semakin menambah semangat untuk turun kebawah. Tetapi sedikit disayangkan , ditembok pembatas jalan menuju ke dasar air terjun ini banyak coretan-coretan yang merusak indahnya destinasi wisata ini dan ada juga beberapa anak tangga yang sudah pecah dan membutuhkan beberapa perbaikan.
Setelah 15 menit lamanya kami beristirahat,sepupu saya mengajak untuk turun kebawah air terjun Sipiso-piso. Sayapun bersedia dan mempersiapkan segala sesuatu seperti kamera untuk mengambil momen-momen yang menakjubkan serta air minum. Setelah segalanya selesai, kami pergi kebawah. Bayangkan ada ribuan anak tangga yang akan dituruni. Disepanjang perjalan, kita disuguhkan pemandangan yang sangat indah, suara suara burung, dan tentu saja suara gemercik air terjun itu semakin menambah semangat untuk turun kebawah. Tetapi sedikit disayangkan , ditembok pembatas jalan menuju ke dasar air terjun ini banyak coretan-coretan yang merusak indahnya destinasi wisata ini dan ada juga beberapa anak tangga yang sudah pecah dan membutuhkan beberapa perbaikan.
| sumber: koleksi pribadi |
Membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai dasar air
tejun tersebut mengingat medan perjalan sedikit terjal. Tapi percayalah,
keletihan itu terbayar ketika sampai dibawah. Berjarak 100 meter dasar air
terjun pun sudah kelihatan. Apakah anda tahu, dari
jarak 20 meter saja kita sudah terkena percikan air yang jatuh dari atas tebing
tersebut. Karena tidak sabarnya ingin bermain air, kami
langsung berlari tanpa memikirkan apa yang terjadi jika tergesa-gesa dan akhirnya
kamipun tiba dibawah. Memang letih kami terbayar dengan kesejukan yang kami
dapat dibawah air terjun tersebut. Setelah beberapa saat kami bermain air,
kamipun harus berjuang kembali untuk sampai ke penatapan yang berada diatas.
| sumber: koleksi pribadi |
Inilah sedikit tulisan saya
tentang destinasi wisata yang pernah saya kunjungi. Mari kita menjaga dan
merawat tempat wisata yang ada di negeri kita dan mengenalkan ke seluruh dunia
karena Indonesia juga memiliki surga-surga indah yang tidak dapat ditemukan
di belahan dunia manapun.
Mejuah-juah ! ^_^
Comments
Post a Comment